Namun sy sedikit lega, karena setibanya sy d stasiun senen rupanya teman-teman dr Backpcker Murah sudah berkumpul semua terlihat disana sudah ada kang sobar,kang edi,molen,mamet,ikka,naning,agus,franklin,diah,dan mba melani, mereka semua telah menunggu sy sejak 1 jam yang lalu.maaf yah teman-teman..!!hehe.
Ups...ada kelupaan yaitu choki, dy nanti akan menunggu saat kereta kami tb d stasiun Jati Barang.
Tak berapa lama, kereta yang akan membawa kami pun akan segera tiba dan kami pun bergegas menuju peron. Ketika kereta tiba, kami langsung masuk menempati gerbong yang sesuai pada tiket.
Kereta Gaya Baru malam, itulah kereta yang membawa kami berduabelas menuju setasiun Wonokromo, Surabaya. Panas, sumpek, dan penuh sesak itulah yang kami rasakan selama di kereta. Maklum kereta yang kami tumpangi ini adalah kelas super ekonomi, bukanya kami tak mampu membeli kelas yang bisnis atau eksekutif, tapi kami hanya ingin menjalankan prinsip dr komunitas kami yaitu Backpacker Murah. Dengan harga tiket 35.000 kereta ini bisa membawa kami hingga ke surabaya, bener-bener murah bukan..!!
Ada pemandangan menarik selama di atas kereta rupanya tak hanya di isi oleh penumpang saja, tetapi para penjual pun rupanya turut memeriahkan perjalanan ini. Mereka datang silih berganti, menawarkan daganganya seperti tak ada habisnya para pedagang menjajakan daganganya. Para pedagang ini menawarkan berbagai jualanya bermacam2, atau bs dbilang segala isi pasar ada d atas kereta.
Tak banyak aktivitas yang kami lakukan selama di atas kereta api, kami hanya bisa duduk memandangi ke adaan sekitar, mencicipi berbagai olahan makanan, mengobrol dengan penumpang lain, atau tidur.
09 oktober, pukul 04.50. Kereta yang kami tumpangi akhirnya tiba di stasiun Wonokromo, Surabaya. Rasa lelah itulah yang kami rasakan, bs d bayangkan selama 16 jam kami berada d atas kereta, bener2 perjalanan yg panjang. Saat turun kami pun bergegas menuju toilet untuk membuang air kecil/besar yg kami tahan selama d kereta. Pasti kalian tau kenapa kami enggan untk buang air d kereta??heheehe...
Saat d stasiun salah seorang tmn kami, kang edi dan mba diah menawrkan kepada kami semua untk membeli tiket pulang k Jakarta untk esok hr. Yap, hal ini mereka lakukan untk mengantisispasi ketidak mendapatkan tiket saat esok hr, dengan bantuan dr kerbatnya mba diah yg berada d surabaya kami pun menitipkan sejumlah uang untuk d belikan tiket pulang pada esok hr.
Keluar dari setasiun Gubeng, kami langsung di sambut dengn kedtangan para tukang ojeg, agen taxi dan kenek angkot yang menwrkan kami pada tujuan selanjutnya. Kami pun langsung sdkit berunding d tepian jalan untk melnjutkan destinasi kami, bis elf tujuan probolinggo akhirnya menjadi pilihan kami. Dengan iuran sebesar 40.000 per orang kami pun dibwa mnuju destinasi pertama kami yaitu air terjun madakaripura yang berada d daerah probolinggo. Oh iya, dengan alasan efisien kami pun sepakat untuk mencarter mobil ini hingga esok hari,jadi per orang dikenakan tarif 80.000 untuk pulang pergi
D tengah perjalanan kami pun sempat singgah d warung makan miliknya bu meita yg berada d kawasan bangil, sajian nasi punel menjadi menu pilihan kami. Nasi punel yg d bandrol Rp 8000 yang terdiri dr empal daging, sate kerang, orem2 tempe&tahu,kikil santan, pepes , sambel trancam kacang panjang, serundeng..pokoknya rasanya MAK NYUUUUUS deh..
Rs kenyang setelah melahap nasi punel membuat hawa ngantuk menggelayuti raga kami semua, kami pun hanya bs tertidur lg sampai tiba d kawasan madakaripura.
Setelah membayar tiket masuk seharga 3000 per orang kami pun bersiap2 menuju air terjun yg memang letaknya berada d tengah2 hutan. foto,foto,foto,dan foto-foto, rupanya hal ini sudah menjadi bagian dr tradisi para kaum backpacker murah, setiap kali menemukan spot2 terbaik pasti mereka bersiap mengarahkan cameranya pada objek yg d tuju. kadang ada yg sdkit narsis juga sih..hehe..
Sebelum kami memulai perjalanan kami sedikt melobi para guide yg akan memandu kita hingga k tempat tujuan. Setelah sepakat, Selanjutnya kami harus berjalan kira-kira 30 menit, melewati jalan setapak terbuat dari semen yang berbatu sehingga kalau basah tidak akan licin. Saat berjalan, kita juga disuguhi pemandangan indah dan menyejukkan, di samping kanan kita ada
aliran sungai berbatu-batu, di kanan kiri kita diapit tebing tinggi dengan pepohonan lebat beserta iringan kicauan burung dan derikan kumbang.
Kaget dan terpana saat kami melihat air terjun madakaripura ini, air terjunnya yg jatuh sangat begitu eksotik...hhehe(lebay bangt yah)
Tp klo sy pribadi boleh jujur, Berdiri di dalam ruangan alam ini kita akan merasa seolah berada di dasar sebuah tabung, dimana terdapat air terjun dengan ketinggian sekitar 200 meter (semoga ga salah), dengan limpahan air yang jatuh dengan derasnya dari atas dan berubah menjadi selembut kapas ke dasr kolam. Air yang jatuh di kolam ini menimbulkan bunyi yang berirama, terkadang bunyi yang ditimbulkannya lebih keras dikarenakan air yang jatuh lebih deras. Keunikan dan kesejukan air terjun ini membuat kita betah berlama-lama memandanginya.namun sayangnya saat kami datang kesana kondisi air terjun terlihat keruh kecoklatan,karena sebelumnya d tempat ini telah d guyur hujan deras.
Setelah puas berbasah-basahn d air terjun ini, kami pun langsung menuju tmpt penginapan yang berada d kaki gunung bromo. Namun ada sdkit ketegangan saat kami ingin membayar jasa guide yg menemani kami, pasalnya para guide ini mematok tarif sebesar 200rb. setelah melakukan negosiasi akhirnya kami membayr 100rb.
Pukul 11.30 kami bergegas menuju penginapan yang berjarak sekitar 1 jam, d tengah perjalanan kendaraan yg kami tumpangi tb2 mogok d tengah jalan, untungnya kondisi ini tak berlangsung ckp lm.
Tiba d penginapan hawa dingin langsung menyambut kami, kamipun langsung menempati kamar yg sdh d sediakan. Untuk mengurangi rs dingin sebagian d antara kami ada yg bermain kartu remi "tepuk nyamuk", bahkan sebagian ada yg langsung mencrI makan d warung terdekt.
Usai melakukan aktifitas masing2, rasanya kami tak puas bila tak melakukan hal yg satu ini. Foto2, narsis2, pokonya liat aja deh foto2 d bawah ini..
Oh iya,ada kejadian unik sat d penginapan. Saking dinginyahawa dsana sampe ada yg masuk angin, hal ini d alami oleh molen. Dia sampe minta d kerikin ama si agus, cewe yg semenjak peristiwa ini d panggil oleh teman2 dengan julukan si bibik..hehe.
10.10.2010 pukul 02.00 pagi, satu persatu kami pun terbangun, karena kami harus cepat2 bergegas untuk bersiap2 mnuju bukit penanjakan untuk melihat matahari terbit d tanggal cantik..hehe...Untuk mencapai bukit penajakan kami harus menyewa hardtop dengan harga sewanya 300rb, karna kami ber 12 jadi kami menyewa 2 hardtop sekaligus. Namun sejak pukul 02.00 hingga 03.00 hardtop yg akan membawa kami tak kunjung tb, rs waswas mulai bermunculan karna takut ketinggalan terbitnya sunrise. Tapi tak lama kemudian dua hardtop akhirnya datang untuk menjemput kami. D dalam hardtop kami langsung mengeluarkan uang 6000 sebagai tiket masuk k kawasan G.Bromo.
Perjalanan ke bukit Penanjakan ditempuh dalam waktu 40 menit dengan melintasi padang pasir kaldera dan menaiki bukit terjal. Konvoi mobil hardtop menghiasi gelapnya malam. Hamparan kilauan bintang di langit menambah haru suasana bromo. Akhirnya kami diturunkan tidak di bagian atas, karena jalan sudah penuh dengan puluhan hardtop yang parkir di pinggir jalan. Jalan masih panjang, kami masih harus berjalan lagi ke Puncak Penanjakan. Suasana di jalan sangat ramai, orang banyak yang mengeluh karena masih harus berjuang berjalan kira-kira 1 km menuju puncak.
Setibanya d bukit penanjakan kami langsung bergegas mnuju lokasi, rupanya dsana sudah dipenuhi oleh para pengunjung. Kami pun mencoba mencari celah untuk mendaptkan tempat terbaik untuk melihat sunrise. Para pengunjung d bukit penanjakan tak hanya d penuhi oleh wisatawan lokal, para turis asing pun tampak memenuhi tempat wisata ini. yap, bersyukur sekali indonesia memiliki tempat terbaik seperti ini, karena dengan begitu indonesia akan d untungkan dengan adanya devisa yg masuk dr para turis asing ini.
Setelah puas melihat pemandangan di Penanjakan, dengan menggunakan hardtop kami turun untuk menuju kawah Gunung Bromo yang letaknya di hamparan pasir kaldera. Kami berhenti sebentar di salah satu sisi jalan antara View Point Penanjakan dan Kawah Gunung Bromo untuk melihat pemandangan dari sisi utara.
Di sana sudah banyak hartop yang parkir dan banyak. Suasana di parkiran cukup ramai. Dari sini kami menuju ke kawah Gunung Bromo dengan berjalan kaki, Perjalanan ini memakan waktu 1 jam dan sampai di pinggir kawah. Di tengah perjalanan akan terlihat sebuah pura besar yang sengaja dibangun untuk upacara keagamaan umat hindu suku tengger. Bagi yg ingin menunggang kuda d tempat ini pun dapat disewa dengan harga Rp.50.000 - Rp.100.000 pulang pergi.
Untuk menuju kawah kami masih harus menaiki sekitar 240 anak tangga (ini menurt itungan versi sy loh..), cukup menguras tenaga untuk mencapai anak tangga paling atas. Dari sinilah akan terlihat Kawah Gunung Bromo yang masih mengeluarkan asap tebal seakan menyapa pengunjung yang datang.
puas berada d kawah bromo hingga pukul 09.00, kami pun segera bergegas menuju hardtop. karena kami harus segera menuju penginapan untuk berkemas karna kami harus kembali k jakarta. pukul 11.00 kami pun bersiap meninggalkan penginapan ini, dan langsung mengendarai bis elf yg kemarin kami carter. elf kami pun mengantarkan kami k pasar Turi, stasiun yg akan membawa kami k Jakarta, untuk kembali beraktivitas kmbli, ngumpulin duit lg, dan trip lg…
Well, that's a long journey, perjalanan yg tak bisa kami lupakan...
Next trip kemana yah??