
Berwisata kini tak lagi membutuhkan biaya besar dengan adanya aktifitas Backpacking. Hanya bermodalkan dana yang minim, maka seorang Backpacker dapat menjelajahi keragaman budaya di Indonesia dan berbagai negara di dunia. Konsep inilah yang dijalankan Banten Backpacker.
Memanggul tas ransel, menggunakan kaos oblong dan celana kargo, sambil melirik peta yang ada di tangan merupakan ciri khas yang dimiliki seorang Backpacker. Dengan dana yang minim mereka mampu menjelajahi keunikan setiap sudut dunia.
Ditengah biaya wisata yang kian mahal, Backpacking merupakan solusi yang kini kian digemari oleh warga kota besar. Di Banten sendiri terdapat komunitas Backpacker yang anggotanya kini mulai mendekati seribu anggota, dan mereka menamakan dirinya dengan Banten Backpaker.
Banten Backpacker lahir dari pemikiran Rio Arosyid, yang sering melakukan Backpacking seorang diri. Lahirnya Banten Backpacker bermula atas pemikiran Rio yang ingin mencari teman jalan dalam menjelajahi berbagai tempat wisata di Banten. Rio yang memang bukan orang Banten, mencoba mencari teman Backpacking-nya di tempat ia bekerja di salah satu prusahaan BUMN di Kota Cilegon. Setelah menerima masukan dari rekan-rekanya sesama Backpacker, ia pun akhirnya memutuskan untuk membentuk sebuah komunitas Backpacker yang membawa nama daerah.
Banten Backpacker resmi hadir di Banten pada Maret 2010 lalu, bersamaan dengan gathering perdananya di tempat obyek wisata Sawarna, Lebak Banten. Yang hadir pada acara ceremoni itu sebanyak 14 anggota, karena pada saat itu komunitas ini belum banyak dikenal publik.
Dengan seiring berjalanya waktu, kini Banten Backpacker keanggotaanya hampir mencapai seribu orang, yang tersebar di berbagai kota di Banten dan luar Banten. Profesi mereka pun beragam, mulai dari karyawan swasta, PNS, pegawai Pemda, dosen ,fotografer, mahasiswa dan lain-lain.
Komunitas yang besar dan berkembang melalui jejaring sosial ini, telah banyak mendatangi tempat-tempat menarik di Banten. Destinasi mereka diawali dengan mengunjungi Sawarna, Krakatau, Ujung Kulon, dan dalam waktu dekat mereka akan mengunjungi water sport Arung Jeram di Ciberang Lebak Banten. Selain melakukan berkunjung, komunitas ini juga peduli terhadap tempat-tempat wisata di Banten, tak jarang mereka kerap kali mempromosikan Banten kepada sesama Backpaker dari luar Banten dan luar negeri.
Seperti pada bulan Juli ini, mereka baru saja mengadakan penanaman bibit pohon Mangrove di Pulau Burung Serang, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Hal ini mereka lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pariwisata yang ada di Banten, agar bisa terjaga kondisinya.
Yang lebih menariknya untuk bergabung dan menjadi bagian di komunitas ini, tidak di kenakan biaya atau syarat apapun, tertarik..??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar